Mengenang Playlist

17 Mar 2011

Saya percaya, tiap orang memiliki suatu perilaku yang hanya diketahui oleh sahabat terdekat mereka, atau bahkan hanya diketahui oleh yang bersangkutan saja. Perilaku-perilaku unik itu hanya muncul saat berada di tempat privat, misalnya ngomel dengan cermin; menertawakan rakyat; nyanyi sambil mandi; hitung pendapatan korupsi; tidur telentang dengan kaki naik ke dinding; meniru gerakan kungfu si Bruce Lee; membungkus bom dalam kotak kado; dan macam-macam.

Dulu, saya punya suatu kelakuan yang hanya muncul jika lagi di kamar sama satu dua sahabat dekat saja, apalagi sendirian. Ada lagu-lagu tertentu yang sanggup bikin saya berdiri lalu jingkrak-jingkrak, atau setidaknya ngangguk-ngangguk sampai pegal tulang leher. Sekarang? Saya geli sendiri jika kebetulan terkenang yang dulu-dulu itu. Jadinya seperti lingkaran setan: kelakuan aneh tempo dulu telah mengakibatkan kelakuan aneh tempo sekarang.

Yang kepingin saya share di sini bukan tentang lingkaran setan, tapi tentang lagu-lagu yang berhasil bikin jingkrak sambil pegang sapu. Kenapa sapu? Sebab sapu bisa di-dwifungsi-kan: ujung gagangnya bisa bertindak serupa mikrofron sedangkan bulu ijuknya bisa dimanipulasi seolah-olah gitar.

Lagu-lagu meriah itu adalah sebagai berikut:

1. Rocket Queen (Guns N’ Roses). Lagu ini berdurasi agak lama, dan saya enggak mau sendirian di kamar jika mendegar outro-nya, bisa-bisa loteng pecah disundul kepala saya.

2. Mama Kin (Aerosmith). Lagu ini yang bikin saya kepingin punya gitar listrik. Waktu itu yang saya punya di kamar adalah sapu.

3. Are You Gonna Go My Way (Lenny Kravitz). Riff gitarnya berkesan liar, tapi manis, sebab keliaran itu berada pada tekstur rhytm yang jazzy. Saya heran, kok kamus bahasa enggak memakai istilah ‘liar-tapi-manis’ untuk mendefinikan kata ’seksi’?

4. Rock N’ Roll (Led Zeppelin). Jika Elvis Presley adalah robot dan punya tombol bertulis ‘Faster’, jangan pencet tombol itu, sebab bisa-bisa yang bunyi adalah lagu Ledzep yang ini.

5. Faithfull(Pearl Jam). Pertama dengar lagu ini, pas waktu intronya, kita pikir akan sejenis lagi Wishlist. E lalu tiba-tiba meriah, sampai tiba-tiba pelan lagi sampai hilang, habis. Di mana-mana, kemeriahan yang tiba-tiba akan bikin surprise.

6. Sad But True (Metallica). Temponya tak selambat The Unforgiven dan Nothing Else Matter, juga tak secepat lagu-lagu lain di Black Album. Solo-nya si Kirk Hammet bikin mata saya merem-melek.

7. Six Feet Under (Neurotic Outsiders).Side project-nya si Duff (GNR) dengan Steve (eks Sex Pistols). Entah kenapa, lagu ini seperti punya tangan kekar yang menjambak rambut saya untuk dibikin head-banging.

8. Feel The Emotion of The Music (Gigi). Produk lokal yang menurut saya lebih canggih daripada produk LA! Sayang, sudah saya cari-cari, enggak ada arsipnya di Youtube.

9. Rock The Party (POD). Saat mengetik postingan ini, youtube di komputer saya lagi putar Rock The Party. Entahlah mau dibilang disco-rock atau rap-metal, apalah arti sebuah istilah, tapi yang jelas masih sanggup bikin saya angguk-angguk tipis meski sudah uzur begini.

10. Bawitdaba (Kid Rock). Warna musiknya hampir sama dengan yang punya POD di atas. Let’s go disco, rocker! O iya, ini juga saya dengar kembali waktu lagi ngetik postingan. Alhamdulillah, enggak ada monitor yang kebentur kepala.

11. My Generation (Limp Bizkit). Musik LB, khususnya yang album Significant Others dan Chocolate Starfish and The Hot Dog Flavoured Water, energinya kuat sekali. Coba simak ketuk drum dan betot bass di lagu My Generation dan, solo turn-table yang menggantikan solo gitar di lagu-lagu rock yang lazim. Sayangnya si Elvis Presley, belum sempat ia membayangkan rock n’ roll akan tumbuh jadi seperti ini, sudah keburu dijemput ajal.

Nah, itu dia lagu-lagu yang dulu mendorong saya untuk jingkrak-jingkrak dalam kamar. Sampai sekarang saya masih suka dengarnya meski enggak sambil pegang sapu lagi. Untung ada kontributor youtube yang setia meng-arsip lagu-lagu lama.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post