Pemberitaan Praduga-Sesat: Keadilan Comeng

10 Apr 2011

Ditetapkan Muspida serta Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, tersebutlah 14 aliran ataupun ajaran sesat yang telah masuk ke Aceh. Daftar tersebut pada selanjutnya dimuat oleh harian lokalSerambi Indonesia (Kamis, 7/4). Selain ke-14 aliran sesat itu, ada pula daftar tambahan berisi 4 aliran yang belum ditetapkan, tapi masih dalam status praduga bersalah (sesat). Terbaca, sumber informasinya dari Pemda dan Polda Aceh.

MPU telah disepakati umum memiliki pengetahuan luas di bidang agama Islam yang Ahlulsunnah Waljama’ah (Sunni), sehingga dipercaya untuk ber-fatwa, siapa saja yang benar siapa pula yang sesat. Kesepakatan umum telah meletakkan standar kebenaran di pundak MPU. Logis, jika semua entitas yang tak sesuai dengan standar kebenaran, menerima nilai salah.

Yang comeng bukan pemberlakuan logika atas ke-14 aliran tersebut sesat, tapi etika oknum-oknum yang terlibat untuk turut memuat 4 aliran berstatus praduga-salah (praduga-sesat) pada media massa. Tak akan jadi masalah jika di kemudian hari MPU menetapkan bahwa ke-4 aliran itu memang sesat. Tapi, bagaimana jika di kemudian hari ternyata MPU menetapkan bahwa ke-4 aliran tersebut enggak sesat?

Praduga-sesat adalah arang: mengumumkannya berarti mencomengi wajah orang, yang di-praduga-i. Ke-4 wajah yang telah telanjur comeng itu, jika nanti ternyata terbukti enggak sesat, saya belajar untuk mempercayai bahwa oknum-oknum yang telah berpraduga, juga oknum-oknum yang terlibat dalam mengumumkan daftar praduga-sesat, memiliki cukup besar jiwa serta usaha untuk membersihkan nama mereka.

Sebesar zarrah (Arab: biji sawi) saja butiran arang praduga-sesat masih menempeli wajah orang yang seandainya nanti terbukti enggak sesat, maka Allah Maha Adil lagi Maha Perkasa.

Wallahua’lam bissawab.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post